Monthly Archive September 2017

MANFAAT PENGELOLAAN DATA DAN INFORMASI BAGI PERUSAHAAN ATAU ORGANISASI

A.   Pengertian Pengolahan Data

Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
Pengolahan data (data processing) adalah manipulasi data kedalam bentuk yang lebih berarti berupa informasi, sedangkan informasi adalah hasil dari kegiatan-kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih berarti dari suatu kegiatan atau peristiwa.

B.   Siklus Pengolahan Data

Siklus pengolahan data terdiri dari tiga tahapan dasar yaitu Input, Processing dan Output.

Manfaat Teknologi Sistem Informasi

Oleh sebab pentingnya pengelolaan data dan informasi bagi perusahaan, maka dibutuhkan suatu sistem manajemen pengelolaan data dan informasi yang dikenal dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang berguna untuk peningkatan efektivitas, efisiensi, dan produktifitas kinerja perusahaan atau organisasi. Pengelolaan data yang baik perlu dilakukan agar data-data penting suatu perusahaan dapat disimpan dengan baik ditempat aman, yang nantinya dapat digunakan jika dibutuhkan. Secara umum manfaat pengelolaan data dan informasi dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi dapat kita uraikan sebagai berikut ;

  1. 1.      Meningkatkan Efisiensi Operasional

Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan sistem informasi, pengelolaan data yang baik bermanfaat untuk meningkatkan kinerja perusahaan agar lebih efisien sehingga perusahaan dapat menjalan strateginya, mulai dari akuntansi hingga penelusuran order pelanggan dengan lebih menghemat waktu, biaya, bahkan dapat membuat laporan dari jarak jauh. Sistem informasi dapat memproses data, memproses transaksi bisnis, mengontrol industrial dan mendukung komunikasi serta produktivitas perusahaan secara efisien.

 

  1. 2.      Memperkenalkan Inovasi Dalam Bisnis

Penggunaan ATM dalam perbankan merupakan contoh baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka. Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaran kedalam hubungan antara suatu perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebagai contoh yang bagus dari hal ini adalah sistem reservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen penerbangan oleh sebuah perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi, maka mereka akan segan untuk menggunakan sistem reservasi dari perusahaan penerbangan lain.

 

  1. 3.      Membangun Basis Pengolahan Informasi Strategis

Dengan munculnya perkembangan teknologi sistem informasi, maka akan memberikan dorongan bagi perusahaan untuk membangun basis-basis pengolahan dan penyimpanan  sumber-sumber informasi dengan strategis yang akan digunakan untuk pekerluan perusahaan dalam strategi bersaing. Basis teknologi informasi yang dimaksud adalah hardware dan software, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialisasi sistem informasi, dan melatih pengguna.

 

  1. 4.      Mendukung Pengambilan Keputusan Manajerial

Salah satu manfaat dari sistem informasi manajemen adalah untuk mempermudah pengaturan manajemen dan menunjang proses pengambilan keputusan karena sistem tersebut menyediakan informasi bagi manajemen perusahaan. Pentingnya informasi dalam proses pengambilan keputusan bagi seorang pemimpin perusahaan, seorang pemimpin akan sangat memerlukan informasi ketika mengambil suatu keputusan, keputusan tanpa didasari oleh informasi memadai akan dapat berakibat fatal dan tidak dapat mencapai tujuan dengan baik.

 

Uraian diatas hanyalah sebagian kecil dari banyaknya manfaat mengelola data dan informasi bagi sebuah perusahaan, manfaat lainnya akan lebih terasa saat kita benar-benar memanfaatkan teknologi dan informasi untuk mengelola data baik itu dalam sebuah perusahaan, organisasi, maupun pribadi yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Demikianlah beberapa manfaat dari pengelolaan data dan informasi dengan memanfaatkan teknologi yang dapat diuraikan, semoga dapat bermanfaat.

C.   Empat golongan besar alat pengolah data

  1. Peralatan manual : yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia
  2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual
  3. Peralatan Mekanik Elektronik : Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik
  4. Peralatan Elektronik : Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh

 

D.  Sifat Pengolahan Data

  • Ada beberapa sifat pengolahan data yang membedakannya dengan area apliksi yang lain.
  • Pengolahan data menjalankan tugas yang penting; Pengolahan data adalah aktivitas yang diperlukan.
  • Mengikuti prosedur standar secara relative; Peraturan dan latihan yang diterima menjelaskan cara pengolahan data yang akan dilakukan.
  • Menghimpun data yang detail atau lengkap.
    Karena record pengolahan data menunjukan aktivitas perusahaan secara lengkap, maka ia akan jadi alat untuk merekontruksi kembali tindakan/transaksi tersebut secara urut jika record diperlukan. Kronologi itu disebut dengan audit trail.
  • Mempunyai fokus historis yang paling utama.
  • Memberikan informasi pemecahan masalah minimal

 

  • E.   Perangkat Lunak Pengolahan Data

Terdapat beberapa macam perangkat lunak pengolah data yang sudah berkembang diantaranya: Database III (dBase III), Database IV (dBase IV), Foxbase, Microsoft Access, SPSS dan lain-lain.

  1. Dbase III, Dbase IV dan Foxbase adalah program aplikasi pengolah data berbasis DOS
  2. Microsoft Access adalah program aplikasi pengolah data berbasis Windows
  3. SPSS dan Fox pro adalah sebuah aplikasi pemograman untuk membuat sebuah program berbasis data

F.   Manfaat dan Peranan Pengolahan Data dalam Memecahkan Masalah

Pengolahan data dalam kehidupan di sebuah sistem sangat penting. karena sanga membantu sekali dalam sebuah sistem. Sistem yang kompleks sangat terbantu oleh Pengolahan Data, karena selain dapat menyimpan pengolahan data juga dapat membantu mencari data bila diperlukan.

  • Data adalah :

Suatu penggambaran fakta , pengertian instruksi yang dapat disampaikan dan diolah oleh manusia atau mesin.

Contoh : data berupa angka , karakter, alphabet, simbol, gambar, suara dll

  • Pengolahan data adalah :

Pengubahan atau transformasi simbol-simbol seperti nomor dan huruf untuk tujuan peningkatan kegunaannya.

  • Sistem Pengolahan Data adalah :

Sistem yang melakukan pengolahan data.

Contoh : sistem pengolahan data penjualan, sistem pengolahan data pegawai dll.

  • Tujuan Pengolahan Data :

Untuk mengambil informasi asli (data) dan darinya menghasilkan informasi lain dalam bentuk yang berguna (hasil).

  • Fungsi dasar Pengolahan Data :

1. Mengambil program dan data (masukan / input)

2. Menyimpan program dan data serta menyediakan untuk pemrosesan

3. Menjalankan proses aritmatika dan logika pada data yang disimpan

4. Menyimpan hasil antara dan hasil akhir pengolahan.

5. Mencetak atau menampilkan data yang disimpan atau hasil pengolahan.

  • Pengolahan Data Pada Komputer
    Pengolahan data pada komputer meliputi :

i.      Pengumpulan data
Sistem pengolahan data dirancang untuk mengumpulkan data yang menggambarkan tiap
tindakan internal perusaahaan dan menggambarkan transaksinya dengan lingkungannya.

ii.      Pengubahan Data
operasi pengubahan data mencakup : pengklasifikasian, penyortiran, pengkalkulasian,
perekapitulasian, pembandingan.

iii.      Penyimpanan Data

Semua data harus disimpan disuatu tempat sampai ia diperlukan. Data tersebut disimpan

dalam berbagai media penyimpanan, dan file yang disimpan disebut database.

iv.      Pembuatan Dokumen

Sistem pengolahan data menghasilkan output yang dibutuhkan oleh perorangan atau

kelompok baik di dalam maupun luar perusahaan.

v.      Manfaat Pengolahan Data

Dengan digunakannya pengolahan data elektronik, maka manfaat yang dapat diperoleh adalah meminimalkan kebutuhan tenaga manusia , hal ini karena beberapa pekerjaan dilakukan secara otomatis oleh peralatan bantuan seperti komputer . Keuntungan lain adalah kemampuan komputer untuk memproses data lebih besar, keakuratan yang lebih besar, kecepatan yang lebih besar, fasilitas pengendalian otomatis dan pengolahan secara serentak.

G.  Sistem Pengolahan Data

Komputer adalah sebuah alat elektronik yang beroperasi di bawah kontrol instruksi yang disimpan di dalam memorynya, yang dapat menyimpan dan memanipulasi data menurut aturan yang ditentukan kemudian memberikan dan menyimpan hasil untuk keperluan mendatang. Dalam hal ini, input yang diberikan berupa data dan hasil yang dikeluarkan tersebut disebut dengan informasi. Dalam dunia komputer system pengolah data di bedakan menjadi dua, yaitu File Processing System dan Database.

  • File Processing System (Sistem Pengolah File)

Dulu banyak organisasi yang menggunakan file processing system untuk menyimpan dan mengelola data. Dengan file processing system, setiap departemen atau area dalam sebuah organisasi memiliki kumpulan file nya masing – masing. File – file ini didesain secara spesifik untuk masing – masing aplikasi yang digunakan di setiap departemen atau area tersebut, sehingga record data dalam satu file tidak berhubungan dengan record di file lainnya.

Namun file processing sistem memiliki 2 kelemahan yang mencolok, yaitu:

1. Data Redudancy

Redudansi data adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penyimpanan data yang sama berkali – kali sehingga hal ini menyebabkan sumber daya penyimpanan seperti harddisk terbuang dengan percuma.

Adanya redudansi data disebabkan oleh karena setiap departemen memiliki kumpulan filenya sendiri, sehingga field yang sama disimpan dalam lebih dari satu file.Adanya duplikasi data ini menyebabkan pemborosan tempat penyimpanan dan waktu, serta dapat meningkatkan terjadinya error / kesalahan.

2. Isolated Data

Isolasi data adalah kondisi ketidaktahuan pengguna program akan data penting yang sama pada program lain sebagai akibat dari pemakaian data secara terpisah oleh tiap program yang berbeda.

Isolasi data juga menyebabkan sulitnya untuk mengakses data dalam departemen yang berbeda, padahal kebutuhan untuk mengakses data di departemen lain sering terjadi di dalam sebuah perusahaan.Misalnya, data alamat e-mail member hanya terdapat di file membership coordinator, dan data jadwal training member hanya di file training office, Apabila staf perusahaan ingin memberitahu member melalui email bahwa jadwalnya berubah, maka staf tersebut membutuhkan data dari kedua file (membership coordinator dan training office).Hal ini membutuhkan prosedur yang rumit dan seringkali membutuhkan pengalaman dari seorang programmer computer.

Kedua hal inilah yang menyebabkan banyak orang maupun organisasi beralih ke system pengolah data yang lebih dapat mengatur, menyimpan, dan mengambil data dengan jumlah besar dengan mudah yang kita sebut dengan sistem pengolah data basis atau Database.

  • Database (Basis data)

adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Database sendiri terdiri dari sebuah koleksi data yang terorganisir dalam bentuk digital. Salah satu cara untuk mengelompokkan database melibatkan jenis isinya, misalnya: bibliografi, dokumen-teks, statistik.

Pendekatan database memiliki beberapa kelebihan, sebagai berikut :

1. Mengurangi redudansi data

Pengurangan data redudansi membuat proses penyimpanan data efektif sehingga menghemat biaya perusahaan untuk investasi teknologi penyimpanan.

2. Meningkatkan integritas data

Dengan adanya integritas data maka mempermudah proses pengupdatean data, karena pengupdatean sebuah field atau data berlaku untuk semua table yang menggunakan data tersebut.

3. Memudahkan dalam share data dan akses data

Proses administrasi dalam table dilakukan pada satu lokasi yaitu database server. Dengan demikian proses share data atau akses data dapat berlangsung lebih mudah dan efektif.

4. Mengurangi waktu pengembangan

Dengan system database, pengembangan program berlangsung lebih cepat. Hal ini disebabkan karena perubahan yang menyangkut administrasi data dilakukan melalui server database. Proses administrasi dan penganalisaan data yang berlangsung di satu tempat ini mempermudah proses pembangunan program yang lebih efektif terutama pada tahap analisa dan penerapan program.

Teknologi database sendiri merupakan teknologi yang hadir seiring dengan perkembangan teknologi komputer yang dimana diciptakan dan dikembangkan secara khusus untuk mengolah database agar dapat diakses dengan lebih mudah dan cepat namun juga tetap akurat agar penggunaannya tentu semakin efektif dan efisien sesuai dengan tuntutan jaman dan perkembangan dari teknologi informasi saat ini.

Dua contoh teknologi database yang dapat saya berikan adalah sebagai berikut:

  1.  Data warehouse

Adalah database besar yang digunakan untuk menyimpan dan mengatur data yang dibutuhkan untuk menganalisa transaksi sekarang dan lampau. Dengan adanya data warehouse, manajer dan pengguna dapat mengakses transaksi dan ringkasan transaksi dengan efektif.

  1.  Web database

Server database pada mulanya hanya mendukung program internal perusahaan. Melalui website, kegunaan server database diperluas dengan adanya dukungan akses publik. Salah satu contoh dari pemanfaatan ini adalah transaksi online.

Perkembangan dari Teknologi Database sudah berlangsung sejak tahun 1960an dimana pada saat itu berkembang sebuah sistem yang disebut dengan Flat File yang bertahan hingga tahun 1980an. Hierarchial dan Network adalah teknologi komputer yang berkembang dari tahun 1970an hingga tahun 1990an. Pada tahun 1980an hadir sebuah teknologi yang disebut dengan Relational yang masih eksis hingga saat ini, seiring dengan tuntutan user Object-oriented dan Object-relational hadir pada tahun 1990an yang terus berkembang dan masih digunakan hingga sekarang.

Software yang dapat mengijinkan penggunanya untuk membuat, mengakses, dan mengatur sebuah database adalah  sistem manajemen basis data (database management system).

Database management system (DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan masnipulasi data secara lebih mudah.

Sebelum adanya DBMS maka data pada umumnya disimpan dalam bentuk flatfile, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menyimpan data dalam bentuk flat secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file passwd. File passwd pada umumnya hanya digunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang.

Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya :

1. Performance yang dapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori.

2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.

3. Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.

4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.

5. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya.

– Oracle

Basis data Oracle adalah basis data relasional yang terdiri dari kumpulan data dalam suatu sistem manajemen basis data RDBMS. Perusahaan perangkat lunak Oracle memasarkan jenis basis data ini untuk bermacam-macam aplikasi yang bisa berjalan pada banyak jenis dan merk perangkat keras komputer (platform).

Basis data Oracle ini pertama kali dikembangkan oleh Larry Ellison, Bob Miner dan Ed Oates lewat perusahaan konsultasinya bernama Software Development Laboratories (SDL) pada tahun 1977. Pada tahun 1983, perusahaan ini berubah nama menjadi Oracle Corporation sampai sekarang.

– MS Acces

Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.

Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

– MySQL

MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.

Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael “Monty” Widenius.

Pengertian database dari sisi pelaku bisnis saat ini sangat luas, namun bila sedikit saya tarik benang merahnya database bagi pelaku bisnis adalah sebuah sistem teknologi yang memuat data-data yang saling berhubungan dengan jumlah besar yang dapat di panggil  kemudian di olah sesuai kebutuhan dan pada akhirnya menghasilkan sebuah output berupa informasi yang di perlukan oleh sebuah maupun beberapa unit/ divisi organisasi bisnis, dimana informasi yang dihasilkan tersebut berfungsi sebagai bahan dasar  pertimbangan/ pengoperasian sebuah atau beberapa unit/ divisi kegiatan dari organisasi tersebut. Hal inilah menurut saya yang terus mendorong database menjadi peran vital di dunia bisnis saat ini, dikarenakan pengolahan databasis juga mendukung pelaku bisnis untuk selalu mendapatkan informasi  berkualitas yang dicirikan dengan informasi yang akurat, dapat dipastikan, penggambaran waktu sekarang, terorganisasi, mudah diakses, berguna, dan juga dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah organisasi bisnis

Keuntungan dan Manfaat menggunakan e-Learning bagi Pengajar dan Siswa

  1. A. Pendahuluan

Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan potensi individu. Melalui pendidikan, potensi yang dimiliki oleh individu akan diubah menjadi kompetensi. Kompetensi mencerminkan kemampuan dan kecakapan individu dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan. Tugas pendidik atau guru dalam hal ini adalah memfasilitasi anak didik sebagai individu untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi kompetensi sesuai dengan cita-citanya.

Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menurut Dohmen (dalam Rahadi, 2008) adalah suatu bentuk pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh dengan menggunakan bantuan media. Makna PJJ merupakan kebalikan pendidikan langsung (direct education) atau pendidikan melalui tatap muka. Sedangkan menurut Moore (dalam Rahadi, 2008), PJJ adalah suatu metode pembelajaran dimana proses pengajaran terpisah dari proses belajar, sehingga komunikasi antara pengajar dengan si belajar harus difasilitasi dengan media cetak, media elektronik atau media lain.

Jadi, dari dua pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa PJJ adalah suatu pembelajaran dimana adanya keterpisahan antara kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar, dimana dalam komunkasi antara pengajar dengan si belajar mengunakan bantuan media pembelajaran, berupa media elektronik, media cetak, dan lain sebagainya.

Internet  adalah jaringan komputer. Tetapi jaringan komputer belum tentu internet. Jaringan sekelompok komputer yang sifatnya terbatas disebut sebagai jaringan lokal (Local Area Network)Internet merupakan jaringan yang terdiri atas ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di dalamnya jaringan lokal, yang terhubungkan melalui saluran (satelit, telepon, kabel) dan jangkauanya mencakup seluruh dunia (Kamarga, 2002). Jaringan ini bukan merupakan suatu organisasi atau institusi, sifatnya bebas, karena itu tidak ada pihak yang mengatur dan memilikinya.

Penemuan internet dianggap sebagai penemuan yang cukup besar, yang mengubah dunia dari bersifat lokal atau regional menjadi global. Sumber­-sumber informasi dunia dapat diakses oleh siapa pun dan di mana pun melalui internet.

Seiring perkembangan zaman, pemanfaatan internet untuk pendidikan di Indonesia khususnya di perguruan tinggi terus berkembang yang dipelopori oleh Institut Teknologi Bandung. Pemanfaatan internet di sektor pendidikan sudah berkembang pesat  yang disebut e-learning.

PJJ sangat membutuhkan pembelajaran yang sifatnya bisa diakses kapanpun, dimanapun tanpa ada batas ruang dan waktu. E-learning merupakasn salah satu alternatif sumber belajar dalam PPJ tersebut. Oleh karena itu, makalah ini akan memfokuskan membahas mengenai pemanfaatan e-learning sebagai sumber belajar dalam PJJ.

  1. B. Pengertian Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)

Telah banyak ahli yang membahas mengenai pengertian dan karakteristik pendidikan jarak jauh. Walaupun agak sulit untuk mendapatkan satu definisi yang diterima oleh semua pakar pendidikan jarak jauh, namun karakteristik pendidikan jarak jauh yang dikemukakan oleh Keegan (dalam Hardhono, 2008) dapat dipakai sebagai acuan dasar untuk pembahasan dalam artikel ini. Berikut ini adalah karakteristik pendidikan jarak jauh yang dikemukakan oleh Keegan, yaitu :

  • ada keterpisahan yang mendekati permanen antara tenaga pengajar (guru atau dosen) dari peserta ajar (siswa atau mahasiswa) selama program pendidikan
  • ada keterpisahan yang mendekati permanen antara seorang peserta ajar (siswa atau mahasiswa) dari peserta ajar lain selama program pendidikan
  • ada suatu institusi yang mengelola program pendidikannya
  • pemanfaatan sarana komunikasi baik mekanis maupun elektronis untuk menyampaikan bahan ajar
  • penyediaan sarana komunikasi dua arah sehingga peserta ajar dapat mengambil inisiatif dialog dan mengambil manfaatnya.

Jadi dari uraian karakteristik pendidikan jarak jauh tersebut dapat disimpulkan bahwa keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keadaan seperti ini terjadi misalnya karena pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan.

Jarak sebagai pemisah hendak diatasi melalui pendidikan jarak jauh dengan memanfaatan rancangan instruksional dan rancangan interaksi supaya kegiatan belajar yang dirancang dengan sugguh-sungguh dapat tercapai. Teori yang berkembang sebagai hasil dari upaya untuk mengatasi jarak dalam kegiatan ini dikenal dengan teori jarak transaksional.Karena ciri khasnya adalah keterpisahan jarak baik dalam arti fisik dan non-fisik maka kegiatan pembelajaran tatap muka dapat dikatakan terjadi dalam frekuensi yang rendah. Isi pembelajaran disampaikan melalui media dalam berbagai jenis sedangkan komunikasi/interaksi antara peserta ajar dengan tenaga pengajarnya atau dilakukan dengan memanfaatkan sarana komunikasi. Dengan demikian program pendidikan dapat diikuti dari dari mana saja dan kapan saja selama media belajar dan sarana komunikasi dua arah tersedia supaya peserta ajar dan tenaga pengajarnya dapat berinteraksi untuk membahas isi pembelajaran.

Tiga dari lima media/teknologi yang dapat dipakai dalam penyelenggaraan pendidikan jarak jauh yang telah diidentifikasi Moore dan Kearsley (dalam Handhono, 2008) berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Ketiga media/teknologi tersebut adalah radio dan televisi, telekonferensi, dan pembelajaran berbantuan komputer. Dua media yang tidak terkaitan dengan teknologi komunikasi dan informasi adalah cetak dan audio/video kaset.

Sampai di sini telah diulas mengenai pengertian dan karakteristik pendidikan jarak jauh, sisi di mana teknologi informasi dan komunikasi dapat berperan, serta aspek-aspek yang perlu diiperhatikan dalam menerapkan media/teknologi. Dengan demikian cukuplah kerangka yang diperlukan untuk mengulas peran teknologi komunikasi dan informasi dalam penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di Indonesia dalam upaya untuk mengatasi kendala ruang dan waktu dalam menyampaikan program pendidikan/pembelajaran.

  1. C. Pengertian E-learning

Electronic learning (e-learning) kini semakin dikenal sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah pendidikan, baik di negara-negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Banyak orang menggunakan istilah yang berbeda-beda dengan e-learning, namun pada prinsipnya e-learningadalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronika sebagai alat bantunya. E-learning memang merupakan suatu teknologi pembelajaran yang yang relatif baru di Indonesia.                      E-learningberarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika. Jadi dalam pelaksanaannya e-learning menggunakan jasa audio, video atau perangkat komputer atau kombinasi dari ketiganya. Dengan kata lain e-learning adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satelit atau komputer.

Untuk menyederhanakan istilah, maka electronic learning disingkat menjadi     e-learning. Kata ini terdiri dari dua bagian, yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika. Jadi dalam pelaksanaannya e-learning menggunakan jasa audio, video atau perangkat komputer atau kombinasi dari ketiganya. Dengan kata lain e-learning adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satelit atau komputer.

Banyak hal yang mendorong mengapa e-learning menjadi salah satu pilihan untuk peningkatan mutu pendidikan, antara lain pesatnya fasilitas teknologi informasi, dan perkembangan pengguna internet di dunia saat ini berkembang dengan cepat. Penggunaan internet menjadi suatu kebutuhan dalam mendukung pekerjaan atau tugas sehari-hari. Apalagi dengan tersedianya fasilitas jaringan (Internet infrastructure) dan koneksi internet (Internet Connections), serta tersedianya piranti lunak pembelajaran (management course tools). Juga orang yang terampil mengoperasikan atau menggunakan internet semakin meningkat jumlahnya (Soekartawi, 2002).

  1. D. Pendidikan Jarak Jauh Berbasis Web

Distance Learning atau pendidikan jarak jauh sebenarnya bukanlah sesuatu hal atau barang yang baru di dunia pendidikan. Sudah cukup banyak lembaga atau institusi yang melakukan hal ini dan biasanya dilakukan dengan mengirimkan berbagai materi kuliah dan informasi dalam bentuk cetakan, buku, CD-ROM, video langsung ke alamat peserta pendidikan jarak jauh. Tidak hanya hal-hal yang berhubungan dengan kuliah secara langsung saja yang dikirimkan ke peserta tapi juga berbagai masalah administrasi dan manajemennya.

Bila kembali ke konsep dasar pada suatu sistem pendidikan ‘tradisional’ yang dilakukan saat ini, para siswa dan guru bertemu pada suatu tempat dan waktu tertentu. Sistem pendidikan ‘tradisional’ ini kelak akan bergeser ke pada suatu ‘distance learning based education paradigm’ dengan dilandasi bahwa agak sulit untuk mengumpulkan peserta kursus, training atau pendidikan pada satu waktu dan tempat tertentu sedangkan peserta tersebar di wilayah yang berbeda-beda dan pada dasarnya materi-materi yang seharusnya disampaikan di kelas, dapat diberikan tanpa kehadiran para peserta dan dosen secara langsung di kelas.

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dewasa ini, khususnya perkembangan teknologi internet turut mendorong berkembangnya konsep distance learning ini. Ciri teknologi internet yang selalu dapat diakses kapan saja, dimana saja, multiuser serta menawarkan segala kemudahannya telah menjadikan internet suatu media yang sangat tepat bagi perkembangan distance learning selanjutnya.

Bergesernya perkembangan distance learning ke media internet membuat munculnya suatu paradigma baru dalam distance learning yaitu ‘asyncronous time and separated location distance learning’. Jelasnya, media ini mampu menembus batasan waktu dan tempat. Cepatnya penyampaian informasi dan materi menjadikan teknologi ini sebagai suatu pertimbangan utama penggunaannya dalam distance learning. Hal ini sejalan dengan adanya cyberschool yang telah ada saat ini. Konsep cyberschool sebenarnya bagian dari suatu kesatuan distance learning, hanya saja cyberschool kurang memfasilitasi interaksi antara murid dan guru. Cyberschool hanya mendistribusikan materi-materi secara online. Memadukan dua hal ini akan sangat menguntungkan untuk mewujudkan suatu internet community di Indonesia khususnya.

Suatu sistem pendidikan jarak jauh secara umum, akan sukses apabila didalamnya melibatkan interaksi maksimal antara guru dan muridnya, antara murid dengan berbagai fasilitas pendidikan dan interaksi antara murid dengan murid serta melibatkan pola pembelajaran yang aktif di dalam interaksi itu. Kita mendapati berbagai aspek di atas dalam sistem pendidikan tradisional yang melibatkan interaksi ‘face-to-face’ antara murid dan guru, apakah sistem pendidikan jarak jauh dapat mengatasi interaksi  ‘face-to-face’ antara guru dan murid di kelas secara 100 %. Jawabannya, tergantung kepada media yang digunakan tapi  angka 100 % itu bukanlah sesuatu mudah untuk  dicapai oleh sistem pendidikan jarak jauh, yang jelas ada suatu trade-off teknologi yang dapat mendekati angka di atas.

Penggunaan teknologi dalam menunjang suatu sistem pendidikan jarak jauh harus diperhatikan dari bentuk pendidikan yang diberikan. Suatu kursus bahasa Inggris salah satunya, pada akhir perkuliahan peserta dituntut untuk mempunyai reading dan listening skill yang baik, untuk itu medianya dapat berupa sound, gambar dan bentuk multimedia lainnya yang dapat di kirimkan melalui internet.

Bila dibatasi pada web based distance learning maka pengguna atau dalam hal ini guru dan murid memerlukan fasilitas internet untuk tetap menjaga konektivitas dengan distance learning tersebut. Kemampuan peserta untuk tetap menjaga connectivity menentukan bagi kesinambungan suatu sistem pendidikan jarak jauh. Dengan cara inilah kita dapat menciptakan suatu internet based community di Indonesia.

Suatu sistem pendidikan jarak jauh dapat kita sederhanakan dan formulasikan sebagai berikut :

Materi pendidikan + teknologi untuk berinteraksi + guru = pembelajaran bagi murid.

Apabila kita umpamakan suatu web based distance course sebagai suatu community maka di dalamnya harus dapat memfasilitasi bertemunya atau berinteraksinya murid dan guru. Agak sulit memang untuk memindahkan apa yang biasa dilakukan oleh guru di depan kelas kepada suatu bentuk web atau materi online yang harus melibatkan interaksi berbagai komponen di dalamnya. Adanya sistem ini membuat mentalitas dosen dan guru harus berubah dan sudah seharusnya, perbedaan karakteristik guru atau dosen dalam mengajar tidak tampak dalam metode ini.

Seperti layaknya sebuah sekolah atau universitas, metode ini juga harus mampu memberikan informasi perkuliahan kepada peserta. Informasi itu harus selalu dapat diakses oleh siswa dan dosen serta selalu ter-update setiap waktu.

Informasi yang sering dibutuhkan itu berupa silabus kuliah, jadwal kuliah, pengumuman, siapa saja peserta kuliah, materi kuliah dan penilaian atas prestasi siswa.

Bila kita buatkan suatu model maka suatu web based distance learning setidaknya memiliki unsur-unsur sebagai berikut :

  • Pusat kegiatan siswa

sebagai suatu community, web based distance learning harus mampu untuk menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa dimana mahasiswa dapat mengasah kemampuannya, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya.

  • Interaksi dalam group

Disini para murid dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang telah diberikan oleh dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.

  • Personal administratif supporting system

dimana para siswa dapat me-review membershipnya dalam suatu course, menyediakan informasi siswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya

  • General information

Menyediakan informasi umum untuk peserta atau pengunjung web pada umumnya. Serta menyediakan beberapa fasilitas untuk umum tanpa proses registrasi peserta terlebih dahulu.

  • Pendalaman dan ujian

Biasanya dosen atau guru sering mengadakan quiz-quiz singkat dan tugas-tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh suatu web based distance learning

  • Digital library

Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku  tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk sebagai suatu database.

  • Materi online diluar materi kuliah

Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan-bahan bacaan dari web-web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan-bahan online lainnya untuk di publikasikan kepada peserta lainnya.

Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning, sudah banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini. Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan tapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung misalnya hardware maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi concern utama pengguna internet di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada non text based material.

  1. E. Metode Pembelajaran E-learning dalam PJJ

Pada dasarnya cara penyampaian atau cara pemberian (delivery system) dari e-learning dalam PJJ,dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah. Komunikasi atau interaksi antara guru dan murid memang sebaiknya melalui sistem dua arah.

Dalam e-learning, sistem dua arah ini juga bisa diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

  • Dilaksanakan melalui cara langsung artinya pada saat instruktur memberikan pelajaran, murid dapat langsung mendengarkan.
  • Dilaksanakan melalui cara tidak langsung misalnya pesan dari instruktur direkam dahulu sebelum digunakan. (Kamarga, 2002)

Karakteristik e-learning dalam PJJ antara lain adalah:

  • Memanfaatkan jasa teknologi elektronik. Guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang bersifat protokoler.
  • Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks)
  • Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya
  • Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer. (Kamarga, 2002)

Pemanfaatan e-learning tidak terlepas dari jasa internet. Karena teknik pembelajaran yang tersedia di internet begitu lengkap, maka hal ini akan mempengaruhi tugas guru dalam proses pembelajaran. Dahulu, proses belajar mengajar didominasi oleh peran guru, karena itu disebut the era of teacher. Kini, proses belajar dan mengajar, banyak didominasi oleh peran guru dan buku (the era of teacher and book) dan pada masa mendatang proses belajar dan mengajar akan didominasi oleh peran guru, buku dan teknologi (the era of teacher, book and technology). (Purbo, 2001). Dalam era global seperti sekarang ini, setuju atau tidak, mau atau tidak mau, kita harus berhubungan dengan teknologi khususnya teknologi informasi. Hal ini disebabkan karena teknologi tersebut telah mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu, kita sebaiknya tidak ‘gagap’ teknologi. Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa siapa yang terlambat menguasai informasi, maka terlambat pulalah memperoleh kesempatan untuk maju.

Informasi sudah merupakan ‘komoditi’ sebagai layaknya barang ekonomi yang lain. Peran informasi menjadi kian besar dan nyata dalam dunia modern sekarang ini. Hal ini bisa dimengerti karena masyarakat sekarang menuju pada era masyarakat informasi (information age) atau masyarakat ilmu pengetahuan (knowledge society). Oleh karena itu tidak mengherankan kalau ada perguruan tinggi yang menawarkan jurusan informasi atau teknologi informasi, maka perguruan tinggi tersebut berkembang menjadi pesat.

Perkembangan pengguna internet di dunia ini berkembang sangat cepat karena beberapa hal, antara lain:

  • Menggunakan internet adalah suatu kebutuhan untuk mendukung pekerjaan atau tugas sehari-hari
  • Tersedianya fasilitas jaringan (Internet infrastructure) and koneksi internet (Internet Connections)
  • Semakin tersedianya piranti lunak pembelajaran (management course tools)
  • Keterampilan jumlah orang yang mengoperasikan atau menggunakan internet
  • Kebijakan yang mendukung pelaksanaan program yang menggunakan internet tersebut (Soekartawi, 2002).

Pemanfatan internet untuk e-learning di Indonesia bisa ditingkatkan kalau fasilitas yang mendukungnya memadai, baik fasilitas yang berupa infrastruktur maupun fasilitas yang bersifat kebijakan. Hal ini bukan saja didukung oleh data, namun juga semakin banyaknya warung-­warung internet (warnet) yang muncul di pelosok Indonesia. Pengguna internet bukan saja dari kalangan pelajar dan mahasiswa, namun juga dari kalangan masyarakat yang lain. Hal ini bisa dipakai sebagai indikasi bahwa internet memang diperlukan untuk membantu kelancaranan pekerjaan atau tugas-tugas pengguna internet.

Pengembangan e-learning tidak semata-mata hanya menyajikan materi pelajaran secara on-line saja, namun harus komunikatif dan menarik. Materi pelajaran didesain seolah peserta didik belajar di hadapan pengajar melalui layar komputer yang dihubungkan melalui jaringan internet. Untuk dapat menghasilkan            e-learning yang menarik dan diminati, Purbo (2002) mensyaratkan tiga hal yang wajib dipenuhi dalam merancang e-learning, yaitu “sederhana, personal, dan cepat”. Sistem yang sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada , dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi pengenalan sistem e-learning itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar menggunakan sistem e­-learning-nya.

Syarat personal berarti pengajar dapat berinteraksi dengan baik seperti layaknya seorang guru yang berkomunikasi dengan murid di depan kelas. Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, peserta didik diperhatikan kemajuannya, serta dibantu segala persoalan yang dihadapinya. Hal ini akan membuat peserta didik betah berlama-lama di depan layar komputernya. Kemudian layanan ini ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan peserta didik lainnya. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola.

Untuk meningkatkan daya tarik belajar, Purbo (2002) menambahkan perlunya menggunakan teori games. Teori ini dikemukakan setelah diadakan sebuah pengamatan terhadap perilaku para penggemar games komputer yang berkembang sangat pesat. Bermain games komputer sangatlah mengasyikan. Para pemain akan dibuat hanyut dengan karakter yang dimainkannya lewat komputer tersebut. Bahkan mampu duduk berjam­jam dan memainkan permainan tersebut dengan senang hati. Fenomena ini sangat menarik dalam mendesain e-learning. Dengan membuat sistem e-learning yang mampu menghanyutkan peserta didik untuk mengikuti setiap langkah belajar di dalamnya seperti layaknya ketika bermain sebuah games. Penerapan teori games dalam merancang materi e-learningperlu dipertimbangkan karena pada dasarnya setiap manusia menyukai permainan.

Secara ringkas, e-learning perlu diciptakan seolah-olah peserta didik belajar secara konvensional, hanya saja dipindahkan ke dalam sistem digital melalui internet. Karena itu e-leraning perlu mengadaptasi unsur-unsur yang biasa dilakukan dalam sistem pembelajaran konvensional. Misalnya dimulai dari perumusan tujuan yang operasional dan dapat diukur, ada apersepsi atau pre tes, membangkitkan motivasi, menggunakan bahasa yang komunikatif, uraian materi yang jelas, contoh-contoh konkrit, problem solving, tanya jawab, diskusi, post test, sampai penugasan dan kegiatan tindak lanjutnya. Oleh karena itu merancang e-learning perlu melibatkan pihak terkait, antara lain: pengajar, ahli materi, ahli komunikasi, programmer, seniman, dan lain-lain.

  1. F. Faktor – Faktor dalam Pemanfaatan E-Learning dalam PJJ

Ahli-ahli pendidikan dan ahli internet menyarankan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum seseorang memilih internet untuk kegiatan pembelajaran dalam PJJ (Hartanto dan Purbo, 2002) antara lain:

  • Analisis Kebutuhan (Need Analysis). Dalam tahapan awal, satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah memang memerlukan elearning dalam PJJ. Pertanyaan ini tidak dapat dijawab dengan perkiraan atau dijawab berdasarkan atas saran orang lain. Setiap lembaga menentukan teknologi pembelajaran sendiri yang berbeda satu sama lain. Untuk itu perlu diadakan analisis kebutuhan atau need analysis yang mencakup studi kelayakan baik secara teknis, ekonomis, maupun social.
  • Rancangan Instruksional yang berisi tentang isi pelajaran, topik, satuan kredit, bahan ajar/kurikulum.
  • Evaluasi yaitu sebelum program dimulai, ada baiknya dicobakan dengan mengambil beberapa sampel orang yang dimintai tolong untuk ikut mengevaluasi.

Terakhir yang harus diperhatikan masalah yang sering dihadapi yaitu:

  • Masalah akses untuk bisa melaksanakan e-learning seperti ketersediaan jaringan internet, listrik, telepon dan infrastruktur yang lain.
  • Masalah ketersediaan software (piranti lunak). Bagaimana mengusahakan piranti lunak yang tidak mahal.
  • Masalah dampaknya terhadap kurikulum yang ada.
  • Masalah skill and knowledge.
  1. G. Kelebihan dan Kekurangan E-Learning dalam PJJ

Menyadari bahwa di internet dapat ditemukan berbagai informasi dan informasi itu dapat diakses secara lebih mudah, kapan saja dan di mana saja, maka pemanfaatan internet menjadi suatu kebutuhan.

Ada empat hal yang perlu disiapkan sebelum pemanfaatan internet untuk e-learning yaitu:

  • Melakukan penyesuaian kurikulum. Kurikulum sifatnya holistik. Pengetahuan, keterampilan dan nilai (values) diintegrasikan dengan kebutuhan di era informasi ini. Kurikulumnya bersifat competency based curriculum.
  • Melakukan variasi cara mengajar untuk mencapai dasar kompetensi yang ingin dicapai dengan bantuan komputer.
  • Melakukan penilaian dengan memanfaatkan teknologi yang ada (menggunakan komputer, online assessment system)
  • Menyediakan material pembelajaran seperti buku, komputer, multimedia, studio, dll yang memadai. Materi pembelajaran yang disimpan di komputer dapat diakses dengan mudah baik oleh guru maupun siswa.  (Soekartawi, 2002)

Dari berbagai pengalaman dan juga dari berbagai informasi yang tersedia di literatur, memberikan penjelasan tentang manfaat penggunaan internet, khususnya dalam PJJ (Soekartawi, 2002), antara lain dapat disebutkan sbb:

  • Tersedianya fasilitas     e-moderating. Guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
  • Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari.
  • Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
  • Bila siswa memerlukan tambahan informasi berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah.
  • Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
  • Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif
  • Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional, bagi mereka yang sibuk bekerja, bagi mereka yang bertugas di kapal, di luar negeri, dsb-nya.

Walaupun demikian pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan antara lain:

  • Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar.
  • Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis
  • Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan bukan pendidikan.
  • Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut menguasai teknik pembelajaran yang menggunakan internet.
  • Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar tinggi cenderung gagal
  • Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
  • Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan bidang internet dan kurangnya penguasaan bahasa komputer.

Kini pemerintah telah berupaya untuk memanfaatkan dan memaksimalkan tersedianya informasi teknologi dengan membentuk Kantor Menteri Negara Informasi dan Teknologi. Di tiap departemen bahkan ada unit yang menangani teknologi informasi. Di Depdiknas misalnya ada Pustekkom atau Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi untuk Pendidikan; di tiap Universitas ada Pusat Komputer, dan masih banyak contoh lain. Sayangnya cyberlaws di Indonesia yang juga pernah dibahas dan disiapkan, belum juga selesai hingga kini. E-learning kini banyak digunakan oleh para penyelenggara PJJ.

Kalau dahulu hanya Universitas Terbuka yang diijinkan menyelenggarakan pendidikan jarak jauh, maka kini dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.107/U/2001 (2 Juli 2001) tentang Penyelenggaraan Program Pendidikan Tinggi Jarak Jauh, maka perguruan tinggi tertentu yang mempunyai kapasitas menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh menggunakan e-learning, juga telah diijinkan menyelenggarakannya.

Lembaga-lembaga pendidikan non-formal seperti kursus-kursus, juga telah memafaatkan keunggulan e-learning ini untuk program-programnya.

  1. H. Bahan Ajar Melalui E-Learning

Melalui pemanfaatkan teknologi informasi, diharapkan materi ajar dapat diakses oleh siapa saja dan kapan saja. Akses terhadap materi ajar sebenarnya dapat diatur bila dikehendaki karena tersedia fasilitas pengaman. Hanya orang yang telah mendaftar saja yang bisa mengakses materi ajar tersebut. Karena mahalnya pembuatan bahan ajar maka negara sebagai penanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa perlu menyiapkan bahan tersebut sehingga dapat dipakai di seluruh Indonesia.

Persoalan mendasar berkenaan dengan model ajar ini, adalah keterbatasan pihak sekolah untuk menyediakan komputer termasuk internet dalam proses pengajaran. Oleh karena itu perlu ada aksi untuk menyiapkan institusi pendidikan (ready for learning), yaitu dengan cara melibatkan para guru dan departemen terkait, misalnya depdiknas, dan departemen ristek yang ada di wilayah masing-masing. Mereka ini harus menyiapkan termasuk mengetahui materi ajar yang tersedia dan cara akses atau mendapatkannya. Mereka bertanggungjawab membantu institusi pendidikan termasuk mengkomunikasikan materi ajar yang tidak dipahami sehingga dapat mempelajarinya dalam waktu tertentu.

Saat ini telah banyak sekali sumber belajar yang berbasis komputer bahkan berbasis multmedia (buatan dalam dan luar negeri) baik yang berfungsi sebagai materi pokok, maupun sebagai materi pengayaan. Namun penelitian tentang dampak dari penggunaan sumber belajar tersebut belum banyak dilakukan, terutama dalam hal kemungkinan adanya miskonsepsi yang ditimbulkan oleh sumber belajar itu. Oleh karena itu, studi tentang pengembangan, uji coba dan standardisasi perangkat lunak komputer kependidikan harus segera dilakukan oleh departemen atau pihak yang berkepentingan dan kita semua.

  1. I. Penutup

Kebijakan institusi pendidikan dalam memanfaatkan teknologi internet menuju e-learning perlu kajian dan rancangan mendalam. E-learning bukan semata-mata hanya memindahkan semua pembelajaran pada internet. Hakikat  e-learning adalah proses pembelajaran yang dituangkan melalui teknologi internet. Di samping itu                                                           prinsip sederhana, personal, dan cepat perlu dipertimbangkan. Untuk menambah daya tarik dapat pula menggunakan teori games Oleh karena itu prinsip dan komunikasi pembelajaran perlu didesain seperti layaknya pembelajaran konvensional. Di sini perlunya pengembangan model e-learning yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa media pembelajaran secanggih apapun tidak akan bisa menggantikan sepenuhnya peran guru/dosen. Penanaman nila-nilai dan sentuhan kepribadian sulit dilakukan. Di sini tantangan bagi para pengambil kebijakan dan perancang e-learning. Oleh karena itu penulis berpendapat bahwa fungsi e-learning dalam PJJ adalah untuk memperkaya wawasan dan pemahaman peserta didik, serta proses pembiasaan agar melek sumber belajar khususnya teknologi internet.

Kelebihan Dan Kekurangan Melakukan Online Shop

Dengan adanya toko Online atau yang sering di sebut dengan Ol Shop memudahkan kita untuk belanja barang yang kita inginkan. Tidak perlu keluar rumah barang yang kita inginkan bisa kita miliki. Ol Shop memang sangat berperan bagi kita yang tidak sempat mengunjungi toko karena sibuk sekali dengan kerjaan yang kita punyai. Meskipun Ol Shop begitu membantu kita ternyata mempunyai kelebihan dan kekurangan. Mungkin kelebihan Ol Shop telah kita ketahui dan kita nikmati bersama, sedangkan kekurangan Ol Shop dengan tidak sadar telah kita ketahui namun kita sendiri kurang memperhatikannya.

Berikut ini saya akan menjelaskan beberapa kelebihan dan kekurangan Ol Shop agar kalian mengetahuinya dan bisa berfikir – fikir lagi saat melakukan Ol Shop. Memang Ol Shop sangat di gemari oleh masyarakat apa lagi dengan para kaum hawa (wanita). Hampir tiap hari wanita melakukan Ol Shop untuk melengkapi kebutuhan begitu pula untuk mempercantik diri.

Kelebihan belanja Online :

  • Tidak perlu menunggu waktu luang untuk pergi ke toko.
  • Sangat membantu bagi orang yang sibuk dengan bisnisnya.
  • Bermacam – macam toko Online yang siap melayani kita dan bermacam – macam pula barang yang kita butuhkan.
  • Lebih hemat waktu dan tenaga, kita tidak perlu pergi dan mengelilingi mal untuk membeli barang yang kita butuhkan, cukup mengakses internet dan tidak perlu macet – macetan di jalan raya.
  • Banyak sekali pilihan jadi kita bisa membandingkan toko satu dengan yang lainnya agar mengetahui kualitas barang dan harga yang di berikan.
  • Cara yang di lakukan cukup mudah tinggal memesan barang yang kita pilih kemudian bayar. Untuk pembayaran bisa melalui internet Banking atau melalui ATM dan kita cukup menunggu kedatangan barang yang telah kita beli.

Kekurangan belanja Online :

  • Banyak kejadian setelah kita melakukan pembayaran ternyata barang yang kita pesan tidak di kirim. Hal ini yang membuat kualitas OL Shop menjadi turun dan kita juga harus hati – hati dalam melakukan Ol Shop.
  • Kualitas serta fisik produk tidak sesuai dengan yang kita bayangkan, karena kita hanya melihat foto-nya saja.
  • Biaya cukup mahal karena di kenakan biaya jalan biasanya di sebut “ongkir” ongkos kirim.
  • Kita tidak bisa mencoba barang yang kita pesan, seperti membeli pakaian kita hanya bisa memesan ukuran yang kita inginkan.
  • Waktu untuk menerima barang yang di kirim cukup lama, tergantung daerah yang di tuju.

Beberapa kelebihan dan kekurangan belanja Online telah kita rasakan. Untuk itu jika anda ingin melakukan belanja Online anda harus lebih hati – hati lagi karena banyak penipuan yang telah terjadi.

Pentingnya Peranan Jasa Konsultan IT untuk Perusahaan Berkembang

Abad 21 adalah abad teknologi dimana zaman semakin canggih dan mobilitas semakin tinggi. Siapa yang memiliki skill dan up dated engan perkembangan zaman akan berkembang dan maju secepat kilat, dan siapa yang tidak membekali dirinya dengan keahlian khusus akan sulit diterima pada perusahaan berkembang dimana pun. Indikator abad 21 adalah berkembangnya teknologi. Ketika mendengar kata IT, memori di kepala kita akan meng-analogi-kannya dengan komputer, laptop, notebook, tablet, modem, wifi zone, speedy, mobile phone dan gadget-gadget lain.

Fenomena sosial merekam bahwa selain kedokteran, jurusan yang berhubungan dengan IT adalah jurusan favorit dengan peminat membludak. Saat ini, salah satu pekerjaan yang menjanjikan (kompetisi ketat dan salary tinggi) adalah konsultan IT, apa itu konsultan IT?

Peranan Jasa Konsultan IT untuk Perusahaan Berkembang

Bagaimana peran konsultan IT dalam meningkatkan income perusahaan berkembang? Berikut ulasannya.

Definisi dan Job Deskripsi Konsultan IT

Konsultan IT secara bahasa berasal dari dua kata yaitu “consultant” dan “IT”. Consultant berarti seorang ahli yang memberi jasa kepenasihatan dalam bidang tertentu, contohnya di bidang hukum, biologi, matematikan, psikologi, akuntansi dan sebagainya. Konsultan umumnya bukan karyawan tetapi seseorang yang menjalankan usahanya sendiri atau yang bekerja dibawah perusahaan kepenasihatan. Wujud pekerjaan konsultan adalah bekerja dengan pengguna layanan sekaligus dalam satu waktu.

Technical Consultant atau Konsultan IT memberikan masukan mengenai permasalahan IT. Umumnya para konsultan IT meng-handle masalah problem domain. Jika di-analogi-kan, consultant IT mirip dengan analis sistem yang memikirkan konsep proses bisnis daripada menjalankannya seperti yang dilakukan oleh bagian desain atau coding. Pada umumnya, para penyedia jasa konsultan IT menguasai permasalahan software development dalam artian luas dan pada level yang lebih tinggi. Tugas yang diembannya masuk dalam kategori software consulting.

Konsultan IT lebih banyak memberikan konsultasi kepada pelanggan dan berada di luar perusahaan. Untuk itu, konsultan IT juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi dan kemampuan interpersonal yang baik. Karena pekerjaannya juga berbungan dengan tulis-menulis, konsultan IT harus memiliki keahlian menulis yang memadai. Gambaran lain, jika konsultan IT bekerja dalam perusahaan yang memproduksi software, konsultan IT berperan dalam proses pre-sales, perubahan proses bisnis, perubahan modul yang cukup rumit, dan juga melakukan modifikasi.

Skill yang harus dimiliki oleh konsultan IT adalah:

Menguasai dan berpengalaman pada bisnis enterprise tertentu
Menguasai IT secara luas
Menguasai permasalahan software yang direkomendasikan sebagai solusi kepada klien
Menguasai tulis menulis dengan baik dalam bahasa Inggris maupun Indonesia
Secara umum Konsultan IT memiliki tanggung jawab sebagai berikut:

Melakukan seminar atau pelatihan
Menyelesaikan masalah klien
Membuat laporan tugas harian
Menguji produk dan aplikasi
Mendokumentasikan proses dan instruksi aplikasi
Memecahkan masalah software
Menghadiri meeting dengan perusahaan lain
Memunculkan ide-ide baru.
Selain itu, tugas Konsultan IT secara umum adalah:

Memberikan masukan terkait permasalahan IT yang sedang dihadapi klien
Membuat laporan, proposal atau dokumen mengenai desain software secara umum
Mengadakan pelatihan bagi para klien pengguna software yang direkomendasikan.
Pengertian Perusahaan Berkembang

Perusahaan berkembang adalah perusahaan yang memproduksi barang sesuai dengan pesanan atau made by order. Perusahaan ini belum setaraf dengan perusahaan maju yang mampu mengenali produk apa yang dibutuhkan masyarakat tanpa harus menunggu adanya order terlebih dahulu. Perusahaan jasa juga termasuk dalam kategori perusahaan berkembang dimana jasa yang diberikan adalah setelah adanya order dari pihak klien. Jika di-analogi-kan dengan negara maju vs. negara berkembang, negara maju memproduksi kebutuhan pasar dunia secara massal sedangkan negara berkembang seperti Indonesia mengimpor produknya dari luar negeri lalu mengemasnya kembali.

Secara usia, perusahaan berkembang tergolong masih muda, gaji yang didapatkan pegawai terus meningkat sesuai dengan penjualan produk, manajemen yang kian meningkat dan semakin efisien dari tahun-tahun sebelumnya. Ini jelas berbeda dengan perusahaan maju yang secara manajemen sudah stabil, tidak lagi mengalami kerugian, dan salary pegawainya terbilang fantastis.

Singkatnya, ciri perusahaan berkembang adalah:

Memproduksi barang atau jasa jika ada pesanan (made by order)
Usia perusahaan tergolong muda
Salary karyawan terus meningkat (yang semula rendah beranjak naik perlahan-lahan)
Manajemen perusahaan kian membaik seiring bertambahnya usia namun belum tergolong stabil.
Perusahaan maju tentunya pernah mengalami fase menjadi perusahaan berkembang. Untuk menjadi perusahaan maju perusahaan berkembang bisa konsultasi dengan pihak konsultan IT untuk memecahkan permasalahan bisnis tertentu.

Peranan Jasa Konsultan IT untuk Perusahaan Berkembang

Secara skill, pihak konsultan IT dituntut memiliki keahlian yang berhubungan dengan bisnis pada bidang tertentu, menguasai software yang direkomendasikan kepada klien dan juga menguasai IT secara luas. Skill tersebut dipadu dengan tugas konsultan IT yang akan membantu menyelesaikan permasalahan IT dan mengadakan pelatihan penggunaan software.

Jika dikorelasikan, keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan berkembang dengan menggunakan Jasa Konsultan IT adalah:

Perusahaan berkembang bisa meningkatkan aktivitas produksinya dengan melakukan proses advertising yang lebih aktif dan lebih maksimal dari sebelumnya. Caranya adalah konsultasi dengan pihak konsultan IT mengenai desain web yang menarik untuk promosi, dan bagaimana caranya web perusahaan tersebut bisa menjadi nomor satu di search engine. Ini tercakup dalam fungsi konsultan IT yang juga membantu membuat company profile, iklan tiga dimensi dengan CD interactive, web desain dan juga web development.
Proses produksi perusahaan berkembang akan lebih cepat dengan adanya software desain produk yang telah dikonsultasikan dengan pihak konsultan IT.
Konsultan IT akan membantu mendesain sistem yang baru, baik itu sistem produksi, sistem distribusi maupun sistem periklanan yang memiliki banyak kelemahan.
Jika ada kendala dengan hardware maupun software perusahaan, konsultasi dengan pihak konsultan IT adalah solusi yang tepat.
Pihak konsultan IT akan memaksimalkan progress perusahaan dengan membantu membuat dan juga mengoptimalikan software perusahaan dengan hasil akhir yang menarik.
Konsultan IT menyediakan jasa network application dengan perangkat lunak yang bisa dihubungkan dengan jaringan computer perusahaan sehingga Anda tidak perlu melakukan aktivitas produksi dan juga manajemen secara manual.
Network maintenance dari pihak konsultan IT akan memudahkan perusahaan Anda berkomunikasi dengan para klien melalui jaringan internet yang stabil.
IT Training center, konsultan IT mengadakan pelatihan hardware dan software bagi seluruh karyawan di perusahaan Anda untuk meminimalisir gagap teknologi (gaptek)
SkillI karyawan di perusahaan bisa ditingkatkan dengan bantuan IT training skill.
Dengan mengoptimalkan peran konsultan IT, perusahaan yang sedang berkembang lebih mudah dapat menjadi perusahaan maju dalam hitungan tahun. Konsultan IT tidak hanya kolega bisnis yang memecahkan masalah hardware dan software IT, tapi juga terlibat langsung dalam proses bisnis yang ditekuni klien sekaligus praktisi yang handal. Semoga bermanfaat.